Bapa,

tunjukkan aku apa yg KAU inginkan dariku dlm hidup ini?

Apakah ENGKAU ingin aku memberi makan anak kelaparan di negara ketiga?

Apakah ENGKAU ingin aku membantu menyelamatkan jiwa yg tersesat?

Apakah ENGKAU ingin aku menyelamatkan lingkungan hidup, ataukah sudah cukup kalau aku memperbaiki diriku saja?

Bagaimana aku tau?? tunjukkanlah apa yg semestinya kuperbuat supaya aku bisa menjadikan hidupku bmanfaat dan bermakna?

Aku tau ENGKAU menciptakan aku utk tujuan yg benar2 besar. Aku bisa merasakannya didalam.

tp, aku sedikit bingung, tujuan apa?

kalau ENGKAU mengungkapkan padaku apa persisnya tujuan itu, aku akan mulai melakukan apa yg seharusnya kulakukan atau setidaknya tau arah mana yg harus ku tujuh.

Aku ingin lebih jelas tentang semua ini.

dan

terima kasih atas bimbingan-MU dan petunjuk2 yg tlah ENGKAU beri.

saat aku mulai mengecam org lain, ENGKAU mengingatkanku bahwa bukan tugasku menilai mereka dan bahwa mereka sangat dicintai oleh-MU apa adanya.

dan saat aku mulai mengecam diriku, ENGKAU mengingatkanku bahwa aku juga sangat KAU cintai.

Lalu, ENGKAU menuntunku untuk menjadi anak yg lebih baik.

Thx’s GOd..

Luv U so muchhh…

December 2nd, 2006 at 8:30 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

minggu2 ini aQ slalu ingat dgn sahabat terbaikku yg sudah kembali keruma Bapa 1 tahun yg lalu.

Bbrapa hr yg lalu, aQ beres2 kamar dan menemukan buku catatan ku di masa SMP, disitu aQ melihat tulisan2 dia, aQ sediihhh sekali.

aQ tau bahwa Bapa tau betapa hancurnya aQ saat dia meninggal tahun kemarin,tp aQ tau saat itu TUhan hadir memberi penghiburan padaku.

Dapat kurasakan bhwa Engkau tau btapa rindunya aQ pd dia, dan btapa sakitnya aQ saat kehilangan dia.

aQ tau ENGKAU bsama dia sekarang, jadi belailah dan jagalah dia. jadilah sahabat yg paling setia dan terima kasih karna ENGKAU tlah membawanya ke dalam hidupku.

Dia sahabatku yg hebat, tegar dan kuat. Begitu banyak pelajaran berharga yg aQ dpt dari dia. aQ kagummm bangetttt sama dia.

Bapa, saat ini katakan pada dia bahwa aQ sangat menyayanginya dan sangat merindukannya. aQ percaya aQ pasti bisa bertemu dgn dia lagi dirumah-MU yg kekal.

Bapa, ada kalanya aQ merasa sendirian didunia ini, dan ini bisa terjadi meskipun aQ berada ditengah2 teman2ku.

Tolong ketuklah hatiku pada saat itu dan ingatkan aQ bahwa ENGKAU slalu bsamaku.

aQ mengasihi-MU Bapa…

December 1st, 2006 at 10:07 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Katamu aQ gadis tcantik yg perna kau lihat, bhwa mataku berkilau spt berlian, rambutku wangi spt bunga, kulitku lembut disentuh, senyumku menerangi ruangan, hidungku mancung, dan aQ org yg baik.

Lucu,

karna saat aQ bercermin,aQ tdk melihat semua itu. aQ hanya tau aQ tdk merasa secantik dan sesempurna spt yg kuinginkan, dan aQ heran mengapa kau tetap menyukaiku.

Lalu, kau meyakinkanku.

Pada saat itulah aQ berpaling dari cermin dan alih-alih menikmatimu memandangiku dgn bintang dimatamu.

maka, aQ pun tau, apa yg kau katakan itu benar.

Sungguh mencengangkan bahwa melihat nilai dan keindahan diri sendiri lebih mudah saat kita melihatnya terpantul dalam bintang dimata orang yg mencintaimu…

November 30th, 2006 at 10:44 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh. Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak,"Hebat, hebat."

Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar.

Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu. Dengan mata berbinar dia berteriak, "Paganini dengan satu senar"

Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.

Renungan :

Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik.

Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi?

Jika demikian, janganlah melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu.

Mainkanlah itu dengan indahnya.

God Bless u all…

November 6th, 2006 at 8:19 pm | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu," Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?"

Batang bambu menjawabnya, "Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu."

Sang petani menjawab, "Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur."

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….., kemudian dia berkata kepada petani, "Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?"

Petani menjawab batang bambu itu, " Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah."

Akhirnya batang bambu itu menyerah, "Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki."

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin Tuhan sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Tuhan sedang membuat kita sempurna untuk dipakai menjadi penyalur berkat. Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Tuhan tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Tuhan, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi kerajaan-Nya? Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, " Ini aku Tuhan, perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki."

Sumber : Milis Kisah Kehidupan
In the day of my trouble I will call to you, for you will answer me.
Psalm 8:7

October 4th, 2006 at 1:29 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu.
Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil.  Jadi kubopong ia memasuki rumah kami.
Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.

Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.
Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening: Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang.
Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil.
setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan.  Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka2..

Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon. dengan Dew yg sedang merangkulku.
Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya.  ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.

Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis. " Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku.
Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi par gadis. "
Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2.  Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.
Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor"
Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut,ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.
Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam.
Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia.
Lalu kami akan menonton TV sama2 Atau,Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? "
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.

ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku.
Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia..
Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk.
Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada sesuatu yg harus kukatakan"  Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara.  Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya.  Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?"  "Aku serius. " Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah.  Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki2!" ..

Pda malam itu, kami sekali saling membisu.
Ia sedang menangis..
Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami.
Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku.
Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian..
Aku merasakan sakit dalam hati.
Wanita yg telah 10tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku.
Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya.
Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku.
Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi ..

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku.
Aku melihat ia sedang menulis sesuatu.
Karena capek aku segera ketiduran Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis.
Aku tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.
Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?
Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku .
Aku mengangguk dan mengiyakan.
"Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita.
Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu ."
Aku menerima dengan senyum.
Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku.
Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya.
"Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh.
Kata2nya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu.
kami saling menganggap orang asing.
Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah.
Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong mama,mesra sekali"
Kata2nya membuatku merasa sakit..
Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku.
Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita."
Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu.
Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah.
Ia merebah di dadaku,Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di bajunya.
Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini.
Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar.hati2 kalau kamu lewat sana."

Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.
Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll.
Aku mengangguk.
Perasaan kedekatan terasa semakin erat.
Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.

Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat.
Aku berkata padanya,"kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar..
Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok.
Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran".
Aku tersenyum.Tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus
itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat.
Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati.
Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya.
Anak kami masuk pada saat tersebut."Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"
Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting .
Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat.
Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir.
Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati ruang duduk ke teras
Tangannya memegangku secara lembut dan alami.
aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami.
Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat.
Anak kami telah kembali ke sekolah.
ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua"
Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya.
Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah.
Aku menaiki tangga.
Dew membuka pintu.
Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius".
Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku."Kamu tidak demam".
Kutepiskan tanganya dari dahiku"maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua.. Jadi aku minta maaf padamu"
Dew tiba2 seperti tersadar.
Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak.
Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor
Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku
Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.."

October 4th, 2006 at 1:24 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti … berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. 

"Tuhan", kataku. "b

eri

kan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"

Dia memb

eri

jawaban yang mengejutkanku.

"Lihat ke sekelilingmu" , kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?"

"Ya", jawabku.

Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka,  Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku b

eri

mereka cahaya. Aku b

eri

mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat.  Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya.

Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. "

"Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke empat. "

"Lalu pada tahun ke

lima

, sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti.

Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu

lima

tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memb

eri

kan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memb

eri

kan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. "

"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu. Aku juga tidak akan p

erna

h menyerah terhadapmu. "

Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain.  Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda  dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.”

"Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan tumbuh sangat tinggi"

"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?" tanyaku.

"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya.

"Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya

"Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai."

Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan p

erna

h menyerah terhadap ku. Dan Dia juga tidak akan p

erna

h menyerah terhadap Anda.

Jangan p

erna

h menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.

Hari-hari yang baik memb

eri

kan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memb

eri

kan pengalaman; kedua-duanya memb

eri

arti bagi kehidupan ini

September 28th, 2006 at 7:42 pm | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

Minggu ini, aQ mengalami 1 masa dimana aQ merasa bosan dgn hidupku. Begitu banyak mslh yg dtg, sampai2 aQ mengeluh dihadapan Tuhan, & memohon sesuatu yg seharusnya tdk aQ ucapkan didlm doaku.

AQ tau permohonan itu salah, & Bapa pst amat kecewa mendengar doaku mlm itu.

2 hari kemudian, aQ dijamah olehNYA. aQ menyesali semuanya. aQ sadar bhw itu bukan sifatku yg sesungguhnya. aQ mohon ampun dihadapanNYA, berjanji tdk akan memohon sesuatu yg tdk diinginkan oleh NYA.

aQ berdoa kembali, tp kali ini aQ mohon ketegaran dlm menghadapi mslh ini, & mengikhlaskan semua hal yg tjadi. Tuhan menjamahku. Hari itu aQ sembuh dr kalut & ketakutan akan mslh yg menimpahku.

Bapa mengajarku utk melihat lebih jauh, bhw masi bnyk org yg lebih menderita dibandingkan aQ, tp mengapa mereka sanggup menerima itu & mengapa aQ yg slama ini berkoar2 sgb anak Tuhan, tp rapuh dlm menghadapi mslh sekecil ini. Mslh yg ku hadapi ini bukanlah mslh yg besar jika aQ bs melihat dr sisi positifnya. Tuhan mengajarkan aQ utk tau bhwa disetiap mslh yg ada, pst ada sisi baiknya. Tuhan menciptakan aQ didunia ini dgn suatu rencana yg indah, jd tak seharusnya aQ kalah dgn mslh sekecil ini.

Kini, aQ menyerahkan semuanya kedlm tangan Bapa, krn aQ pcy didlm tangan DIA semua mslh pst akan beres.

Semalam aQ berdoa begitu lama, mengucap syukur yg luar biasa kpd Bapa, aQ sadar Kasih dan Anugerah yg tlah DIA berikan dlm hidupku sungguh luar biasa, tak pernah sekalipun IA meninggalkan aQ & tak pernah sekalipun IA tdk menjawab doa2ku.

aQ sungguh merasa dijamah olehNYA, aQ sungguh merasa indahnya dunia ini setelah aQ mensyukuri semua pemberiaanNYA.

Thanks GOD..

I luv u…

"Ya Bapa, Kau tau dimana letak kelemahanku. aQ berdoa kiranya KAU menjauhkan aQ dr dosa. krn kekuatanku yg terbatas akan disempurnakan oleh kekuatanMU yg tak terbatas,amin.."

June 2nd, 2006 at 3:16 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

if one day you feel like crying…Call me.
I don’t promise that I will make you laugh,
But I can cry with you.

**********************************************
If one day you want to run away–
Don’t be afraid to call me.
I don’t promise to ask you to stop… But I can run with you.

**********************************************
If one day you don’t want to listen to anyone…Call me.
I promise to be there for you And I promise to be very quiet.

**********************************************
But if one day you call… And there is no answer..

Come fast to see me.. Perhaps I need you 2.

**********************************************

If 1 day u need me,just think for me,don’t matter how far am i, i will always be with u..

take care ya~

@_@

June 2nd, 2006 at 12:30 am | Comments & Trackbacks (2) | Permalink